Anti Boncos! Ini 7 Tips Bijak Kelola Uang THR Lebaran 2026
Mau THR-mu tidak mudah habis karena keperluan Lebaran? Simak tips bijak kelola THR supaya tabunganmu tetap aman!
Editor Hartaku
Content Writer
9 April 2026

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah tradisi pemberian uang dari sebuah perusahaan kepada karyawannya saat Lebaran 2026. THR juga bisa diberikan oleh majikan kepada anak buahnya.
Dikarenakan THR ini sering dianggap bonus semata, tak sedikit orang-orang menganggap bahwa THR adalah dana sekali lewat. Padahal, bonus ini bisa ditabung dan dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga tidak hanya lewat saja.
THR memang bisa dipakai untuk uang mudik, kebutuhan Lebaran, dan sebagainya. Namun, akan lebih baik jika sisa dari THR bisa ditabung.
Bagaimana agar THR tidak cepat habis? Dalam artikel ini akan diuraikan beberapa tips bijak dalam mengatur uang THR agar tidak mudah boncos. Simak ya!
Tips Bijak Mengatur THR Agar Tidak Mudah Habis
Buat List Kebutuhan Lebaran
Sebelum membelanjakan uang THR, kamu bisa membuat daftar kebutuhan apa saja yang keluar saat Lebaran. Misalnya baju Lebaran, uang mudik, kebutuhan membeli makanan, uang zakat, uang liburan, dan lainnya.
Dari kebutuhan-kebutuhan tersebut, urutkan kebutuhan mana saja yang paling penting hingga tidak penting. Contohnya, urutan paling prioritas adalah mudik, kedua baju Lebaran.
Jika uang THR untuk dua kebutuhan tersebut masih bersisa cukup banyak, maka sisanya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Namun, jika hanya dua kebutuhan tersebut uang THR-mu tersita banyak, maka kebutuhan lain bisa ditunda dahulu.
Misalnya untuk keperluan liburan bisa ditunda dahulu. Jika tidak, rencana liburan bisa diubah ke tempat wisata yang jauh lebih terjangkau sehingga uang THR-mu masih tetap aman.
Buat Anggaran Belanja Lebaran
Setelah merinci kebutuhan apa saja yang akan dibeli, langkah berikutnya adalah membuat anggaran belanja Lebaran. Anggaran ini akan mempermudah kamu untuk fokus pada kebutuhan penting.
Masing-masing dari kebutuhan bisa diberikan batas maksimal pengeluran. Misalnya seperti ini:
Uang mudik: maksimal Rp 1,5 juta
Baju Lebaran: maksimal Rp 500 ribu
Kue Lebaran: maksimal Rp 200 ribu
Hampers: maksimal Rp 200 ribu
Liburan: maksimal Rp 500 ribu
THR keponakan: maksimal Rp 300 ribu
THR orang tua: maksimal Rp 1 juta
dan sebagainya.
Simpan Sebagian untuk Tabungan
Meskipun uang THR ibarat uang bonus, tapi bukan berarti uang tersebut harus dihabiskan begitu saja. Coba sisihkan sebagian uang THR-mu untuk tabungan atau dana darurat.
Tak perlu semuanya untuk tabungan, kamu hanya perlu menyisihkan sebesar 20-30 persen. Misalnya uang THR-mu adalah Rp 6 juta, maka kamu bisa menyisihkan sebesar Rp 1,2 juta hingga Rp 1,8 juta untuk tabungan.
Dengan rencana alokasi uang THR untuk tabungan, kamu jadi tidak akan menghabiskan uang THR begitu saja. Siasat ini dapat menghindari kamu dari sikap impulsif dan konsumtif selama Lebaran.
Gunakan untuk Melunasi Hutang
Mungkin hal ini cukup berat dijalani, tapi bagaimanapun hal ini adalah kewajiban. Membayar hutang haruslah diselesaikan secepat mungkin.
Dengan uang THR, maka hutang bisa terasa lebih ringan karena anggaplah uang THR adalah bonus. Tanpa kamu bekerja satu bulan, kamu bisa meraihnya.
Walaupun uang THR-mu habis untuk hutang, tetapi hal itu lebih baik daripada hutangmu terus menumpuk. Artinya, THR bisa digunakan untuk membeli ketenangan lewat hutang yang lunas.
Sisihkan untuk Investasi
Setelah digunakan untuk kebutuhan lebaran, membayar hutang, atau ditabung, cara bijak lain dalam mengelola THR adalah dengan menginvestasikannya.
Investasi dapat membuat uang THR-mu bertambah semakin banyak. Dengan investasi, masa depanmu akan lebih aman.
Kamu tidak perlu menginvestasikan semuanya, cukup investasikan sebagian dari THR atau barangkali 20-30 persen. Jika kamu ingin menginvestasikan uang THR, pilihlah produk investasi paling tepat.
Jangan asal memilih produk investasi, karena saat ini marak terjadi penipuan atau semacam investasi bodong yang tentu akan merugikanmu ke depannya.
Pilihan investasi yang ringan bermacam-macam, mulai dari emas, reksadana, obligasi, dan semacamnya.
Jangan FOMO dan Impulsif
Fear of Missing Out (FOMO) atau melakukan sesuatu karena melihat orang lain melakukannya juga akan mendorong sifat impulsif. Hindari FOMO agar uang THR-mu tidak mudah habis.
FOMO bisa berasal juga dari informasi yang kamu dapat di media sosial. Misalnya diskon baju, promo barang elektronik, hingga cashback makanan dapat mendorongmu bersikap impulsif.
Tips agar terhindar dari impulsif adalah dengan menahannya dahulu hingga 24 jam. Saat kamu merasa teracuni untuk membeli sebuah barang, tahan dahulu hingga 24 jam.
Jika setelah 24 jam kemauanmu untuk membeli barang itu berubah, maka artinya barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Namun, jika kemauanmu masih bulat bisa jadi barang tersebut memang yang kamu inginkan dan kebutuhanmu.
Ingat kembali dengan anggaran uang yang kamu punya. Jangan sampai THR habis karena kamu FOMO dan impulsif ya.
Manfaatkan Barang yang Masih Bagus
Momen Lebaran kerap dijadikan alasan untuk membeli berbagai barang. Mulai dari baju, celana, tas, sepatu, dan lainnya.
Padahal, kamu cukup membeli baju Lebaran saja. Jika dirasa masih punya banyak sepatu atau tas yang masih bagus, bisa dimanfaatkan yang ada terlebih dahulu.
Kecuali jika barang-barangmu memang sudah rusak dan perlu diganti, maka tak ada salahnya untuk memakai uang THR untuk keperluan tersebut. Jikalau harus membelinya, maka tetap terapkan prinsip bahwa uang THR harus tetap ditabung sisanya.
Gunakan THR untuk Kembangkan Bisnis
Jika kamu adalah karyawan yang memiliki bisnis sampingan, maka uang THR bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usahamu. Tak perlu semua dipakai untuk kebutuhan ini, kamu cukup menyalahkannya.
Karena bagaimanapun usaha adalah kesempatan yang tidak selalu menguntungkan. Ada kalanya seorang pebisnis harus merugi karena produknya tidak laris.
Kamu bisa menyisihkan 30-40 persen dari uang THR-mu untuk mengembangkan bisnis. Pastikan juga uang THR tidak habis karena bisnismu ya.
Belikan Barang Investasi
Tips bijak kelola uang THR lainnya adalah menggunakan uang THR untuk membeli barang investasi. Misalnya membeli handphone baru.
Akan tetapi dengan catatan, handphone tersebut digunakan untuk menghasilkan uang lagi, seperti bagi seorang content creator atau fotografer.
Barang investasi lainnya yang bisa dicoba adalah emas, buku, atau perhiasan lain. Namun, ingat kembali bahwa barang investasi adalah barang yang bisa membuat kamu menghasilkan lebih banyak uang.
Bukan barang yang sekadar konsumtif. Perhatikan dahulu tujuan kamu membelinya sebelum menghabiskan uang THR-mu.
Bandingkan Harga Barang
Meskipun kamu dapat THR sebesar satu kali gaji, bukan berarti waktunya untuk berfoya-foya. Kamu harus tetap bijak memilih barang.
Sesuaikan dengan kemampuanmu. Jangan memaksakan untuk membeli barang branded atau berkelas hanya karena sedang memiliki THR.
Bandingkan dahulu harga-harga barang yang akan kamu beli. Misalnya dalam membeli baju Lebaran kamu bisa berkeliling ke beberapa mall terlebih dahulu dan mencatat harga baju yang ingin kamu beli.
Terkadang, baju dengan harga mahal tidak selalu memuaskan. Sehingga bijaklah memilih barang yang sesuai dengan budgetmu.
Simulasi Kelola Uang THR Lebaran 2026
Dalam simulasi ini kita ambil contoh THR Rizki yang pekerja di Jakarta dengan sesuai Upah Minimum Regional (UMR) yakni sekitar Rp 5,7 juta.
Misalnya Rizki adalah perantau asal Jawa Timur. Tentunya kebutuhan Rizki akan lebih besar dibandingkan pekerja lain yang berdomisili di Jakarta.
Saat Lebaran, Rizki harus pulang ke Jawa Timur dan tentunya membawa oleh-oleh atau sedikit THR untuk saudara atau sepupunya.
Selain itu, Rizki juga perlu membeli baju Lebaran baru. Dikarenakan Rizki belum berkeluarga, maka ia hanya memberikan uang THR untuk orang tuanya yang kemudian bisa dibelanjakan untuk kebutuhan kue Lebaran di rumah.
Estimasi pengelolaan THR yang bijak bagi Rizki bisa seperti ini:
Pemasukan (THR): Rp 5,7 juta
Pengeluaran:
Uang mudik dengan kereta pulang pergi: Rp 1 juta
Uang konsumsi perjalanan mudik: Rp 300 ribu
Zakat fitrah: Rp 50 ribu
Baju Lebaran: Rp 500 ribu
THR orang tua: Rp 1 juta
THR keponakan/sepupu: Rp 300 ribu
Liburan: Rp 500 ribu
Dari kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut artinya Rizki sudah menggunakan sebesar Rp 3.650.000 untuk kebutuhan Lebaran. Artinya uang THR Rizki masih tersisa Rp 2.050.000.
Dalam aturan bijak mengelola THR, setidaknya 20-30 persen dari total THR bisa ditabung atau dipakai untuk berinvestasi. Artinya dengan budgeting Rizki di atas, ia sudah bijak mengelola uang THR-nya karena telah menyisakan lebih dari 20 persen untuk tabungan.
Artikel Terkait
Lihat Semua
22 Januari 2026
Rincian Biaya Pendidikan Anak Masuk TK Swasta, Orang Tua Wajib Persiapkan
Highlight: Apa saja rincian biaya masuk TK swasta dan komponen biaya yang perlu diperhitungkan? Yuk, mari kita bahas sekaligus memahami cara mengelola budget pendidikan anak agar Anda lebih siap dari segi finansial.
EEditor Hartaku
Content Writer

9 Januari 2026
Biaya Pendidikan Anak SMA di Jakarta dan Sekitarnya, Cek di Sini!
Biaya pendidikan adalah kebutuhan yang harus dipersiapkan mulai sekarang. Maka dari itu, berikut estimasi biaya pendidikan SMA di Jakarta dan sekitarnya yang harus ayah dan bunda ketahui ya.
EEditor Hartaku
Content Writer

