Apa Itu Piutang? Ketahui Pengertian, Jenis dan Perbedaannya dengan Hutang
Piutang adalah istilah dalam dunia finansial yang sering tertukar dengan hutan. Dalam artikel ini akan dibahasa pengertian piutang, jenis, serta perbedaan dengan hutang.
Editor Hartaku
Content Writer
9 Oktober 2025

Dalam dunia keuangan, khususnya dalam pengelolaan bisnis dan akuntansi, istilah piutang adalah salah satu komponen penting yang sering muncul. Namun, tidak jarang istilah ini masih belum dipahami bagi sebagian orang.
Beberapa orang kerap tertukar datau disamakan atau dengan hutang. Padahal, meskipun seperti sama, piutang dan hutang mempunyai makna dan contoh yang sangat berbeda, terutama dalam catatan keuangan atau praktik bisnis sebuah perusahaan.
Dengan memahami perbedaan antara piutang dan hutang, maka Anda bisa melakukan transaksi dalam dunia usaha dengan baik. Terutama bagi pelaku usaha, akuntan, maupun siapa saja yang ingin mengelola keuangannya, maka penting mengetahui terkait piutang.
Tak hanya itu, dengan memahami jenis-jenis piutang, mulai dari piutang dagang, piutang non-dagang, hingga piutang macet, diharapkan bisa membantu Anda untuk mengidentifikasi potensi risiko serta membuat rencana strategi pengelolaan keuangan yang lebih bijak.
Dalam artikel ini, akan diulas secara lengkap tentang pengertian piutang serta berbagai jenisnya. Anda akan mengetahui bagaimana cara membedakannya dengan jelas dengan hutang. Simak yuk!
Pengertian Piutang Menurut Pakar
Mengutip laman Universitas Medan Area , berikut pengertian piutang menurut beberapa pakar ekonomi:
- Mulyadi (2002:8) menyebutkan bahwa piutang adalah klaim terhadap pihak lain atas uang, jasa atau barang yang bisa diterima dalam jangka waktu setahun atau siklus kegiatan perusahaan. Umumnya, piutang dibedakan menjadi dua yakni piutang usaha dan non usaha.
- Rudianto (2009:224) menjelaskan bahwa piutang adalah klaim perusahaan atas uang, jasa atau barang terhadap pihak lain sebab transaksi di masa lalu.
- Reeve (2009:437) menuturkan bahwa piutang mencakup semua uang yang diklaim terhadap entitas lain, seperti perusahaan, perorangan maupun organisasi lain. Bisa disebut piutang adalah bagian dari total aset lancar.
Ciri-ciri Piutang
Mengutip laman Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), piutang memiliki beberapa ciri-ciri di antaranya:
1. Dikenakan Bunga Tertentu
Dalam beberapa kasus, piutang usaha bisa dikenai bunga jika pembayaran tak dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya. Bunga bisa menjadi beban tambahan bagi pihak yang berhutang (debitur).
Namun, menjadi pendapatan tambahan bagi pihak pemberi kredit (kreditur). Meski begitu, tak semua jenis piutang usaha menerapkan bunga karena sangat bergantung pada kesepakatan awal antara pembeli dan perusahaan pihak kebijakan perusahaan yang bersangkutan.
2. Penetapan Tenggat Waktu Pembayaran
Setiap piutang usaha pasti disertai dengan penetapan waktu jatuh tempo yang jelas. Waktu jatuh tempo atau batas akhir kapan pembayaran harus dilunasi oleh pelanggan.
Terkait waktu jatuh tempo ini biasanya akan dituliskan dalam faktur atau nota penjualan yang diberikan kepada pembeli. Fungsinya adalah untuk memberikan kejelasan dan transparansi agar pihak debitur memahami kewajibannya dan dapat melakukan pembayaran tepat waktu.
3. Konsekuensi atas Keterlambatan Pembayaran
Jika debitur tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan waktu jatuh tempo yang susah ditentukan, biasanya akan dikenakan sanksi. Sanksi ini bisa dalam bentuk denda, bunga keterlambatan, hingga penalti lain.
Jika dalam situasi tertentu atau terjadi pelanggaran, perusahaan bisa juga menempuh langkah hukum atau melakukan renegosiasi. Kemudian jadwal pembayaran yang terbaik bisa disepakati.
Jenis-jenis Piutang dalam Dunia Usaha
Menurut Reeve (2009:437)
1. Piutang Usaha
Piutang usaha paling umum disebabkan oleh penjualan baik barang maupun jasa. Piutang dalam bidang usaha biasanya diharapkan dilunasi atau dibayar oleh pihak yang menghutang selama 30-60 hari.
2. Wesel Tagih
Wesel tagih merupakan surat pernyataan yang berisikan jumlah utang pelanggan yang ditulis secara formal. Dengan adanya wesel tagih, pihak yang punya piutang bisa melakukan penagihan dalam waktu satu tahun.
Selain itu, wesel tagih juga bisa digunakan dan ditagihkan selama 60 hari. Dalam proses transaksi jual beli, wesel tagih disebut juga sebagai piutang dagang.
3. Piutang Lain
Selain piutang usaha dan wesel tagih piutang lainnya biasanya dikelompokkan secara terpisah dalam neraca. Jika piutang akan ditagih dalam waktu satu tahun, maka piutang dikelompokkan menjadi aset tidak lancar.
Menurut Rudianto (2009:225)
1. Piutang Usaha
Menurut Rudianto piutang usaha adalah piutang yang muncul dari penjualan barang atau jasa yang oleh perusahaan. Biasanya, piutang ini akan dilunasi perusahaan dalam waktu kurang dari satu tahun.
2. Piutang Bukan Usaha
Kemudian, kelompok kedua adalah piutang bukan usaha. Piutang ini jika perusahaan dalam kondisi normal akan dikembalikan dalam kurang satu tahun dan akan dicatat sebagai aktiva lancar.
Perbedaan Piutang dan Hutang
Secara sederhana, piutang merupakan hak yang dimiliki oleh seseorang maupun suatu entitas yang biasanya berupa perusahaan. Piutang ini adalah hak untuk menerima pembayaran dari pihak lain.
Piutang muncul karena adanya transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit. Dengan kata lain, pembeli belum bisa membayar secara tunai di waktu transaksi.
Pembeli tersebut kemudian berkewajiban melunasinya di kemudian hari. Dalam hal ini, piutang merupakan aset bagi perusahaan karena dianggap mewakili uang yang akan dibayarkan pada masa mendatang.
Berbeda dengan piutang, hutang adalah kewajiban yang dimiliki oleh individu atau perusahaan terhadap pihak lain. Mau itu dalam bentuk pinjaman uang, pembelian secara kredit, atau bentuk kewajiban finansial lain.
Dalam laporan keuangan, hutang biasa dituliskan sebagai liabilitas karena menunjukkan beban yang harus dibayar di kemudian hari. Dalam dunia akuntansi, jika pencatatan terkait hutang dan piutang tertukar, maka akan menimbulkan masalah yang fatal.
Contoh Piutang dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh piutang bisa dilihat dari kasu PT Sinar Terang ini. PT Sinar Terang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat elektronik.
Salah satu klien tetapnya, Toko Elektronik Jaya, rutin melakukan pembelian barang secara kredit karena skema pembayaran tunai tidak selalu memungkinkan. Pada tanggal 1 Juli 2025, Toko Elektronik Jaya memesan 100 unit kipas angin dengan total nilai Rp50.000.000.
Sesuai perjanjian, pembayaran dilakukan dalam waktu 30 hari, atau paling lambat tanggal 31 Juli 2025. PT Sinar Terang mencatat transaksi tersebut sebagai piutang usaha sebesar Rp50.000.000 dalam laporan keuangan.
Pada saat yang sama, faktur penjualan diberikan kepada klien sebagai bukti transaksi dan penetapan jatuh tempo. Perusahaan juga menyertakan syarat tambahan berupa bunga 2% apabila pembayaran dilakukan lewat dari tanggal jatuh tempo.
Menjelang akhir bulan, Toko Elektronik Jaya mengalami kendala keuangan dan tidak bisa melakukan pelunasan tepat waktu. Pada tanggal 5 Agustus 2025, mereka baru membayar total Rp51.000.000, yang mencakup nilai pokok dan tambahan bunga keterlambatan.
Dari kasus ini, terlihat bagaimana praktik piutang diterapkan dalam kegiatan bisnis. PT Sinar Terang sebagai kreditur memperoleh pendapatan tambahan dari bunga keterlambatan.
Namun di sisi lain juga menanggung risiko keterlambatan arus kas. Untuk meminimalisir risiko seperti ini, perusahaan perlu melakukan seleksi kelayakan kredit kepada pelanggan dan melakukan pemantauan berkala terhadap saldo piutang.
Contoh ini menunjukkan pentingnya sistem manajemen piutang yang rapi dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Pentingnya Pengelolaan Piutang yang Efektif
Mengelola piutang secara efisien sangat penting untuk menjaga stabilitas arus kas perusahaan. Piutang yang tidak tertagih atau mengalami keterlambatan dapat mengganggu operasional bisnis karena mengurangi likuiditas.
Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan sistem penagihan yang rapi dan terstruktur. Termasuk dalam hal pengiriman pengingat tenggat waktu atau pemberian insentif.
Sistem yang rapi dan terstruktur itu berfungsi dalam membuat pembayaran lebih awal. Selain itu, sebagai penilaian jua kelayakan kredit untuk pihak lain yang akan menerima pinjaman dari pihak yang berhutang.
Selain itu, pemantauan rutin terhadap saldo piutang harus dilakukan. Mengapa? Agar perusahaan bisa mengidentifikasi potensi piutang bermasalah sejak dini.
Ada sejumlah kasus, di mana perusahaan dapat menggunakan jasa pihak ketiga seperti lembaga penagihan. Mereka juga ada yang menjual piutang kepada perusahaan pembiayaan (factoring) dengan tujuan untuk mempercepat perputaran kas.
Jika penerapan strategi manajemen piutang dikelola dengan baik, perusahaan bisa terhindari dari risiko gagal bayar. Hal ini juga untuk meningkatkan hubungan bisnis dengan pelanggan lain.
Sumber:
https://repositori.uma.ac.id/jspui/bitstream/123456789/960/5/118330147_file5.pdf
https://depositobpr.id/blog/piutang-usaha-adalah
Artikel Terkait
Lihat Semua
9 Oktober 2025
Syarat dan Cara Mengajukan Kredit Motor, Kamu Wajib Tahu!
Sebelum mengajukan kredit motor, ada beberapa syarat yang mesti kamu lengkapi terlebih dulu. Syarat-syarat ini penting, biar pengajuan kamu bisa lancar dan diterima sama pihak leasing atau bank
EEditor Hartaku
Content Writer

3 Oktober 2025
Cara Membuat Kartu Kredit Pertama Kali dan Daftarnya yang Cocok untuk Pemula
Kartu kredit bisa membantu kamu mengatur keuangan sekaligus mempermudah transaksi, asalkan dipakai dengan bijak. Simak manfaat, resiko, cara membuatnya supaya disetujui.
EEditor Hartaku
Content Writer

