THR Lebaran Cair? Investasikan Dana ke 5 Produk Ini Agar Lebih Cuan!
Ingin THR Lebaranmu tidak hanya sekadar lewat di kantong? Coba simpan dana ke dalam produk investasi berikut ini supaya lebih cuan!
Editor Hartaku
Content Writer
14 April 2026

Tradisi pembagian tunjangan hari raya (THR) adalah fenomena lazim di Indonesia menjelang Hari Lebaran. Setiap pegawai berhak mendapatkan dana ini dari perusahaan tempatnya bekerja.
THR dapat dimanfaatkan untuk apa saja. Baik untuk kebutuhan konsumsi utamanya membeli baju Lebaran, biaya mudik, berbagi sedekah, zakat fitrah, dan sebagainya.
THR dapat dikatakan uang dingin atau bonus karena besarannya yang mencapai satu kali gaji dalam sebulan. Sehingga banyak masyarakat menganggap uang THR dapat dipakai untuk memenuhi keinginannya.
Dengan anggapan demikian, uang THR dianggap uang yang harus dibelikan apa saja, termasuk kebutuhan yang tidak mendesak. Sangat disayangkan jika uang THR dihamburkan begitu saja.
Padahal kamu bisa menyisihkan sebagian untuk tabungan atau bahkan menyimpan dananya lewat investasi supaya lebih menguntungkan. THR milikmu akan menghasilkan uang lebih banyak dari nominal THR yang saat ini kamu peroleh.
Apa saja produk investasi yang cocok untuk menyimpan dana THR Lebaran ini? Dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa pilihan produk investasi yang cocok untuk pemula.
Mengapa THR Sebaiknya Tidak Habis untuk Konsumsi?
Mengapa THR sebaiknya tidak habis untuk konsumsi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebenarnya mudah karena untuk kebaikan pemilik THR itu sendiri.
Dengan menyimpan dana THR-mu melalui investasi, maka kamu akan terhindar dari perilaku konsumtif, mengembangkan nilai dari dana yang kamu punya, serta dapat melawan laju inflasi yang terus naik setiap tahunnya.
Menyimpan THR ke dalam bentuk investasi tentunya memiliki banyak manfaat. Berikut di antaranya:
Tabungan Jangka Panjang
Investasi berbeda dengan tabungan. Tabungan hanya ditimbun dan tidak menghasilkan keuntungan besar, sedangkan investasi akan menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat tergantung dengan produk pilihan investasi.
Sebagai Passive Income
Investasi bisa disebut juga sebagai passive income. Tanpa harus bekerja, investasi akan mendatangkan keuntungan sendiri.
Melawan Inflasi
Inflasi adalah fenomena yang tidak bisa dihindari. Setiap tahun, bahkan setiap bulan inflasi dapat terjadi dan cenderung naik tiap tahunnya.
Inflasi naik terus, tetapi penghasilan kamu tidak. Sehingga dengan berinvestasi merupakan cara agar penghasilanmu bertambah.
Tak perlu menyimpan semua THR-mu ke investasi, kamu cukup menyisihkan sisa dari uang THR-mu. Prioritaskan dahulu kebutuhan-kebutuhan yang mendesak.
Investasi harus berasal dari uang dingin atau uang yang tidak dipakai. Pasalnya, setelah uang digunakan untuk investasi maka uang tersebut tidak bisa ditarik begitu saja.
Menekan Stres Finansial
Stres karena finansial adalah kasus yang sangat banyak ditemui di tengah masyarakat. Tak hanya karena kekurangan uang, stres finansial juga bisa terjadi akibat pengelolaan keuangan yang buruk.
Dengan investasi, maka risiko kekurangan uang dapat diminimalisir. Investasi dapat mendatangkan keuntungan lebih sekaligus dana cadangan pada saat krusial.
Meningkatkan Kemampuan Literasi Keuangan
Belajar berinvestasi akan menambah pengetahuan dalam finansial. Dengan begitu, literasi keuanganmu dapat terasah.
Kamu akan mencari-cari tahu produk investasi apa yang cocok. Sehingga suatu saat jika ada oknum yang menawarkan investasi bodong, maka kamu akan terhindar dari penipuan.
5 Pilihan Investasi untuk Menyimpan Dana THR
Dari sekian jenis produk investasi yang ada, ini adalah lima pilihan investasi terbaik dan paling minim risiko untuk pemula:
Reksa Dana
Pilihan produk investasi pertama yang cocok bagi pemula adalah reksadana. Reksadana tergolong punya modal awal yang relatif kecil.
Investasi reksa dana juga bermodal rendah yakni mulai Rp 100 ribu. Oleh karena itu, reksadana terjangkau untuk pemula.
Selain itu, kamu tak perlu khawatir takut tertipu karena reksadana dikelola oleh pihak yang profesional dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Termasuk dana yang masuk ke reksadana akan disebarkan ke berbagai macam aset oleh pihak pengelola.
Jadi, kamu tak perlu sibuk memikirkan saham mana yang sedang baik atau turun. Kamu hanya perlu menunggu hingga reksadana menghasilkan keuntungan.
Emas
Emas dari zaman dahulu hingga sekarang masih menjadi pilihan investasi favorit. Emas adalah investasi yang paling rendah risiko.
Emas juga bersifat tahan inflasi. Artinya harganya bisa naik atau juga turun tetapi tidak terlalu signifikan. Jika kamu ingin investasi yang stabil maka emas dapat menjadi pilihan yang tepat.
Jika emas disimpan dalam jangka waktu panjang, kamu akan mendapatkan keuntungan yang tinggi saat menjualnya. Dengan demikian, emas adalah pilihan yang tepat jika kamu membutuhkan dana darurat suatu saat.
Deposito
Deposito juga merupakan salah satu investasi dengan risiko rendah. Meski demikian, suku bunga yang ditawarkan cukup tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa.
Deposito memiliki tenor 1-24 bulan sehingga cukup aman jika diandalkan sebagai dana darurat. Keunggulan deposito dibanding produk investasi lain adalah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Jika kamu malas untuk mempelajari soal investasi, maka deposito bisa jadi pilihan. Kamu tidak perlu menganalisis pasar seperti saham.
Istilah lainnya, deposito bisa dijadikan jaminan (agunan). Kamu bisa lebih mudah mengajukan pinjaman ke bank.
Saham
Jika kamu sudah terbiasa dengan investasi emas, reksadana dan deposito dan tidak menemukan kegagalan maka bisa mencoba saham untuk investasi selanjutnya. Saham adalah pilihan investasi jika kamu ingin mendapatkan keuntungan besar.
Saham juga memiliki likuiditas yang tinggi (mudah dicairkan). Keunggulan saham dibandingkan dengan investasi lainnya adalah dapat dijadikan andalan untuk menumbuhkan aset jangka panjang.
Sebagai pemilik saham, kamu juga dapat memberikan hak suara dalam RUPS. Pemegang saham berhak menerima pembagian keuntungan perusahan baik dalam jangka waktu tertentu atau secara rutin.
Saat harga saham naik, kamu bisa menjualnya untuk mendapatkan keuntungan tinggi. Kamu juga bisa menyimpannya dahulu jika harga saham sedang turun.
Keuntungan lain dari saham adalah dapat diperjualbelikan di bursa efek. Meski termasuk investasi high risk, saham juga dapat dicoba mulai dengan modal yang kecil.
Surat Berharga Negara (SBN)
Jika kamu ingin investasi yang dijamin langsung oleh undang-undang, maka pilihan yang tepat adalah SBN. SBN sangat aman dan menghasilkan imbal.
Dengan begitu, risiko gagal bayar dalam SBN tidak mungkin terjadi. Pendapatan akan terbayarkan secara rutin dalam waktu bulanan.
Pajaknya pun lebih rendah dari yang lain yakni sekitar 10%. Kamu hanya perlu mengeluarkan modal awal mulai Rp 1 juta.
Dengan memiliki SBN, kamu juga telah berkontribusi untuk pemasukan negara. SBN juga dapat menyeimbangkan risiko dalam portofolio.
Tips Menggunakan THR untuk Investasi
Setelah mengetahui apa saja produk investasi yang bisa digunakan untuk menyimpan uang THR, kamu juga harus tahu cara memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Simak tips menggunakan THR untuk investasi berikut ini:
Sisihkan Dana sesuai Kemampuan
Jangan dipikirkan dahulu bahwa investasi yang kamu pilih akan menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat. Jika masih pemula, cobalah menyisihkan sebagian kecil THR untuk investasi.
Jika investasi tersebut terbukti menguntungkan, maka nominal investasimu bisa ditambah perlahan. Ini dapat dicoba untuk menguji efektivitas investasi yang kamu pilih.
Tentukan Tujuan Investasi
Investasi memang dapat menghasilkan keuntungan. Akan tetapi, jangan karena ikut-ikutan kamu memutuskan untuk berinvestasi.
Tetaplah bijak dalam berinvestasi. Berinvestasi haruslah sesuai niat sendiri, apakah memerlukan atau tidak.
Tujuan investasi dapat bermacam-macam, misalnya untuk menyimpan uang yang tak akan dipakai dalam jangka waktu panjang, belajar memulai investasi, sebagai passive income, dan sebagainya.
Pilih Instrumen yang Tepat
Pilihan instrumen investasi setia orang berbeda-beda. Jika kamu ingin menyimpan langsung investasi secara fisik dapat mencoba emas.
Namun, jika kamu tidak mau repot menyimpannya dapat memilih saham, reksadana atau obligasi. Jika kamu ingin investasi yang menghasilkan dana banyak pilihlah saham.
Namun, jika ingin investasi yang risiko rendah meskipun keuntungan lebih rendah dapat mencoba obligasi atau reksadana. Pikirkanlah dahulu keperluan kamu berinvestasi.
Investasi Haruslah Konsisten
Jangan karena dapat THR saja kamu melakukan investasi. Investasi akan lebih baik jika dicoba secara konsisten.
Jika sudah terbiasa dengan investasi, maka kamu dapat menghasilkan keuntungan lebih banyak. Artinya, investasi jangan dianggap sebagai hal yang main-main. Jika serius, maka kamu dapat menuai hasilnya.
Artikel Terkait
Lihat Semua
22 Januari 2026
Rincian Biaya Pendidikan Anak Masuk TK Swasta, Orang Tua Wajib Persiapkan
Highlight: Apa saja rincian biaya masuk TK swasta dan komponen biaya yang perlu diperhitungkan? Yuk, mari kita bahas sekaligus memahami cara mengelola budget pendidikan anak agar Anda lebih siap dari segi finansial.
EEditor Hartaku
Content Writer

29 Oktober 2025
Hemat Biaya Interior Rumah Dengan Budget Terbatas, Ini Tips Cerdas Mengelolanya
Punya rumah yang nyaman merupakan impian banyak orang, tapi sering kali urusan interior justru bikin kantong cepat terkuras. Supaya tetap sesuai budget, ada cara cerdas yang bisa kamu lakukan.
EEditor Hartaku
Content Writer

